Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2022
Pada tanggal 5 September 2022 yang lalu Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI mengeluarkan Permen No.48 Tahun 2022 mengenai mekanisme Penerimaan mahasiswa baru program diploma dan program sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri. Dalam peraturan menteri yang baru ini mencakup mekanisme masuk PTN. Ada 3 pintu masuk: berdasar prestasi, tes dan mandiri.
Berdasarkan prestasi adalah masuk PTN dengan memanfaatkan prestasi di sekolah menengah atas, dimana 50% bobot diambil dari keseluruhan nilai rata2 mata pelajaran ditambah maksimum 50% dari nilai minat dan bakat (seni & olahraga). Pada tahun sebelumnya kita mengenal dengan sebutan SNMPTN.
Berdasarakan nilai tes adalah seleksi biasa yg sebelumnya disebut SBMPTN. yang baru untuk tahun depan adalah tes mata pelajaran atau subyek seperti IPA, Matematika Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau IPS tidak ada lagi. Yang dites adalah kemampuan penalaran dan problem solving. Ini mirip tes masuk di US. Namun tetap ada tes literasi untuk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Mengenai seleksi jalur mandiri pemerintah mensyaratkan agar perguruan tinggi negeri lebih transparan. Mengenai jumlah yang ikut seleksi berapa dan berapa kuota yang ada. Setelah pengumuman akan ada masa sanggah dan ada mekanisme pelaporan ke Inspektorat Jenderal kementerian pendidikan dan kebudayaan. Tidak boleh ada tujuan komersial dalam seleksi mandiri, harus dikaitkan dengan tujuan akademis.
Melalui tes penalaran & kemampuan problem solving, diasumsikan bahwa anak2 dengan kemampuan dasar bagus, mereka akan mudah diajari apa saja di prodi pilihannya. Tidak perlu dites untuk kemampuan mata pelajaran.
Mas Menteri tidak ingin hanya anak2 kota/kaya yg bisa bersaing masuk PTN karena bisa ikut bimbel mata pelajaran. Dengan mengganti dengan tes penalaran dan problem solving, maka anak2 pinggiran/miskin yg punya kemampuan dasar bagus (meski tidak ikut bimbel) masih bisa bersaing.
Semoga dengan adanya perubahan ini lebih menjamin kualitas calon mahasiswa dan memberi rasa keadilan. (Eris)
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini